Permulaan ayat dengan perkataan celaka. Menunjukkan betapa marahnya Allah SWT kepada mereka yang Humazah dan Lumazah. Celaka yang tersangat celaka. Mengapa begitu marah sekali Allah SWT terhadap mereka ini?
Perkataan Humazah memberi erti yang mengaibkan yakni melakukan cercaan terang-terangan sehingga menyakitkan hati.
Sedangkan Lumazah memberi erti isyarat yakni cercaan dilakukan dengan bahasa tubuh (kenyitan mata, mimik muka, reaksi bibir mulut) atau meniru-niru percakapan secara mengejek yang menyakitkan hati.
Menurut Ibnu Katsir, Al-Hammaz bererti orang yang melakukan umpatan dalam bentuk ucapan, sedangkan Al-Lammaz bererti orang yang melancarkan celaan dalam bentuk perbuatan. Keduanya bersifat merendahkan dan menilai kekurangan orang lain.
Ibnu Abbas mengatakan "Humazatil Lumazah" bererti orang yang suka mencela dan menilai cacat orang lain.
Ar-Rabi' bin Anas mengatakan Al-Humazah bererti melakukan pengumpatan dihadapannya, sedangakan Al-Lumazah itu adalah celaan yang dilakukan di belakang.
Kecelakaan yang besar yakni mereka akan mengalami kerugian yang sangat besar dan akan menerima azab yang sangat pedih dari Allah SWT kerana mencerca dan mencela dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Sedangkan dakwah yang dibawa adalah kebenaran semata-mata. Dakwah yang dibawa adalah dari Allah SWT kemudian disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Ibnu Abbas mengatakan "Humazatil Lumazah" bererti orang yang suka mencela dan menilai cacat orang lain.
Ar-Rabi' bin Anas mengatakan Al-Humazah bererti melakukan pengumpatan dihadapannya, sedangakan Al-Lumazah itu adalah celaan yang dilakukan di belakang.
Kecelakaan yang besar yakni mereka akan mengalami kerugian yang sangat besar dan akan menerima azab yang sangat pedih dari Allah SWT kerana mencerca dan mencela dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Sedangkan dakwah yang dibawa adalah kebenaran semata-mata. Dakwah yang dibawa adalah dari Allah SWT kemudian disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.



